Peran Teman dalam Kehidupan

05.12 Sittah Shify 0 Comments



Individualis bukanlah sifat dasar manusia. Karena manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Karena itulah manusia harus memiliki teman dalam menjalani kehidupannya. Baik teman dalam pembelajaran akademis, maupun teman dalam hobi atau kegiatan yang sama.

Sudah menjadi hal yang wajar. Jika manusia merasa kesepian saat sendirian. Dan lebih semangat dan senang apabila bersama-sama temannya. Karena memang itulah yang dianjurkan dalam islam. Lebih dianjurkan bersama-sama dengan yang lainnya daripada sendirian. Rasulullah bersabda :

...فإن الشيطان مع الواحد وهو من الاثنين أبعد...

“...Karena setan itu bersama orang yang bersendirian dan setan akan berada lebih jauh jika orang tersebut berdua...”(HR. Tirmidzi no.2165)

Dan begitu juga dalam islam. Dianjurkan untuk berteman dengan orang yang bai. Seperti yang Allah firmankan:

قال تعالى: {اَلْأَخِلَّٓآءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضِهِمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِيْنَ} [الزخرف: 67]

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Surah Az-Zukhruf ayat 67)

Dari ayat ini bisa kita pahami bahwa berhati-hati dalam memilih teman itu juga penting. Karena teman memberikan pengaruh besar terhadap seseorang. Sebagaimana dalam hadits Nabi :

قَالَ صلى الله عليه وسلم : «الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ» سنن أبي داود والترمذي

Rasulullah bersabda : “Seorang diatas agama temannya, maka hendaklah salah seorang kalian memperhatikan siapa yang ditemani”.

Dan Rasulullah juga bersabda :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالجَلِيسِ السَّوْءِ، كَحَامِلِ الْمِسْكِ، وَ نَافِخِ الْكِيْرِ، فَحَامِلِ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكِ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ رِيْحًا طِيِّبَةً. وَنَافِخِ الْكِيْرِ إِمَّا أِنْ يَحْرِكَ ثِيِابِكِ وَ إِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا مُنْتِنَةً. (متفق عليه)

“Permisalan teman duduk yang shalih dan teman duduk yang buruk itu seperti  pembawa minyak misk (yang berbau wangi) dan peniup perapian (tukang pandai besi).  Adapun pembawa minyak misk adakalanya ia memberikan minyaknya padamu, atau kamu dapat membeli darinya. Dan atau –setidaknya- kamu dapat mencium bau harum (darinya). Adapun tukang pandai besi, maka adakalanya akan membuat bajumu terbakar, atau kamu akan memperoleh bau busuk (darinya). (Muttafaq ‘alaih).

Kesimpulan dari beberapa ayat dan hadits di atas. Dapat diartikan bahwa peran teman dalam kehidupan kita sangatlah besar. Karena itulah setiap muslim wajib mencari teman yang baik. Dan jika belum mampu mendapatkan teman yang baik. Setidaknya kita berusaha menjadi teman yang baik seperti pembawa minyak misk yang di sebut dalam hadits di atas.

Dan di era digital seperti sekarang. Dapat dilihat bahwa kebanyakan orang semakin individualis. Gaya hidup yang ketergantungan gadget. Membuat mereka tersibukkan dengan gawai (gadget) masing-masing  dan kurang peduli dengan orang-orang di sekitarnya taua bahkan lingkungan sekitarnya.

Ingat. Media sosial bukanlah letak mencari teman yang baik. Karena begitu banyak manusia bermuka dua saat memainkan media sosial. Sudah sepantasnya bagi kita untuk mulai melihat sekitar. Mengenali sekitar. Membuat hubungan baik dengan sekitar. Dan dengan begitu, kamu akan dapatkan teman-teman baik yang sesungguhnya.


Sekian tulisan sederhana ini saya buat. Semoga bermanfaat!

0 komentar: