Peran Teman dalam Kehidupan
Individualis bukanlah sifat dasar manusia. Karena manusia
diciptakan sebagai makhluk sosial. Karena itulah manusia harus memiliki teman
dalam menjalani kehidupannya. Baik teman dalam pembelajaran akademis, maupun
teman dalam hobi atau kegiatan yang sama.
Sudah menjadi hal yang wajar. Jika manusia merasa kesepian saat
sendirian. Dan lebih semangat dan senang apabila bersama-sama temannya. Karena
memang itulah yang dianjurkan dalam islam. Lebih dianjurkan bersama-sama dengan yang lainnya daripada sendirian. Rasulullah
ﷺ
bersabda :
...فإن الشيطان مع الواحد وهو من
الاثنين أبعد...
“...Karena setan
itu bersama orang yang bersendirian dan setan akan berada lebih jauh jika orang
tersebut berdua...”(HR. Tirmidzi no.2165)
Dan begitu juga dalam islam. Dianjurkan untuk berteman dengan
orang yang bai. Seperti yang Allah ﷻ
firmankan:
قال تعالى: {اَلْأَخِلَّٓآءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضِهِمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ
إِلَّا الْمُتَّقِيْنَ} [الزخرف: 67]
“Teman-teman akrab
pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali
orang-orang yang bertakwa.” (Surah Az-Zukhruf ayat 67)
Dari ayat ini bisa kita pahami bahwa berhati-hati dalam memilih
teman itu juga penting. Karena teman memberikan pengaruh besar terhadap
seseorang. Sebagaimana dalam hadits Nabi ﷺ
:
قَالَ صلى الله عليه وسلم : «الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ،
فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ» سنن أبي داود والترمذي
Rasulullah ﷺ bersabda : “Seorang diatas agama temannya, maka hendaklah salah
seorang kalian memperhatikan siapa yang ditemani”.
Dan Rasulullah ﷺ juga bersabda :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَثَلُ الجَلِيسِ
الصَّالِحِ وَالجَلِيسِ السَّوْءِ، كَحَامِلِ الْمِسْكِ، وَ نَافِخِ الْكِيْرِ،
فَحَامِلِ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكِ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ
رِيْحًا طِيِّبَةً. وَنَافِخِ الْكِيْرِ إِمَّا أِنْ يَحْرِكَ ثِيِابِكِ وَ إِمَّا
أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا مُنْتِنَةً. (متفق عليه)
“Permisalan teman duduk yang shalih dan teman duduk yang buruk itu
seperti pembawa minyak misk (yang berbau
wangi) dan peniup perapian (tukang pandai besi). Adapun pembawa minyak misk adakalanya ia
memberikan minyaknya padamu, atau kamu dapat membeli darinya. Dan atau –setidaknya-
kamu dapat mencium bau harum (darinya). Adapun tukang pandai besi, maka
adakalanya akan membuat bajumu terbakar, atau kamu akan memperoleh bau busuk (darinya).
(Muttafaq ‘alaih).
Kesimpulan dari beberapa ayat dan hadits di atas. Dapat diartikan bahwa peran teman dalam kehidupan kita sangatlah besar. Karena itulah setiap muslim wajib mencari teman yang baik. Dan jika belum mampu mendapatkan
teman yang baik. Setidaknya kita berusaha menjadi teman yang baik seperti pembawa
minyak misk yang di sebut dalam hadits di atas.
Dan di era digital seperti sekarang. Dapat dilihat bahwa kebanyakan
orang semakin individualis. Gaya hidup yang ketergantungan gadget. Membuat
mereka tersibukkan dengan gawai (gadget) masing-masing dan kurang peduli dengan orang-orang di
sekitarnya taua bahkan lingkungan sekitarnya.
Ingat. Media sosial bukanlah letak mencari teman yang baik. Karena
begitu banyak manusia bermuka dua saat memainkan media sosial. Sudah
sepantasnya bagi kita untuk mulai melihat sekitar. Mengenali sekitar. Membuat
hubungan baik dengan sekitar. Dan dengan begitu, kamu akan dapatkan teman-teman
baik yang sesungguhnya.
Sekian tulisan sederhana ini saya buat. Semoga bermanfaat!


0 komentar: