Allah Dekat Dengan Hamba-Hamba -Nya

17.38 Sittah Shify 0 Comments



Menjadi sebuah fenomena yang miris. Saat melihat penduduk negri kita. Mereka lebih semangat mengunjungi pekuburan para wali. Daripada mengunjungi rumah-rumah Allah. Sebagian dari mereka ada yang mempercayakan masa depannya di tangan para dukun yang menyesatkan. Dan sebagian dari mereka pula ada yang mengeramatkan benda-benda sihir (rajah) serta hal-hal syirik lainnya.

Padahal, sesungguhnya Allah dekat kepada hamba-hamba-Nya. Allah berfirman :

وَ إِذَا سَأَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَإِنِّيْ قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِي وَالْيُؤْمِنُوْا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang kepadamu (Muhammad) tentang Aku. Maka (jawablah), bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Surah Al-Baqarah ayat 186).

Tidak ada satupun pembatas yang dapat menghalangi seorang hamba untuk langsung bermunajat, mengadukan, dan meminta kebutuhan kepada Rabbnya. Sehingga tidak perlu baginya untuk mendatangi makam-makam. Untuk menjadikan penghuninya sebagai perantara dalam mengabulkan do’anya. Atau menjadikan mereka sebagai pemberi syafa’at kelak di hari kiamat. Andai mereka tahu, para penghuni makam tersebut tidaklah memiliki apapun. Serta tak mungkin sanggup melakukan apa yang mereka pinta.

Sebagai muslim yang menyerukan kalimat tauhid “Laa ilaaha illallaah” sudah sepantasnya tidak demikian. Memahami kosekuensi kalimat syahadat ini adalah wajib. Apalagi mengamalkannya. Dan seyogyanya meminta langsung kepada Allah dalam segala urusan. Karena hanya Allah-lah yang menghidupkan, mematikan, memberi rizki, mendatangkan manfaat, dan mengatur semua urusan kehidupan. Dan hanya di tangan Allah-lah datangnya segala kemanfaatan dan kemudharatan. Rasulullah bersabda :

وَعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أًنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لِمْ يَنْفَعُوْكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَ اللهُ لَكَ، وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَصُرُّكَ  بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَ اللهُ لَكَ

  “Ketahuilah bahwa jika umat ini bersatu untuk memberi manfa’at kepadamu, niscaya mereka tidak akan mampu memberikan manfa’at kecuali sesuatu yang telah dituliskan oleh Allah bagimu. Dan seandainya mereka bersatu untuk mendatangkan mudharat kepadamu, niscaya mereka tidak akan mampu memberi mudharat, kecuali sesuatu yang telah dituliskan Allah atas dirimu.”[1]

Jika seluruh manusia hidup berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu saja tidak mampu. Apalagi dengan penghuni makam yang sudah tidak lagi hidup? Apalagi dengan seorang dukun? Atau sekedar benda-benda mati seperti rajah dan sebagainya? Semoga Allah selalu melimpahkan taufiq dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.




[1] H.R. Tirmidzi no. 2516 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani

0 komentar: