Allah Dekat Dengan Hamba-Hamba -Nya
Menjadi sebuah fenomena yang miris. Saat melihat penduduk
negri kita. Mereka lebih semangat mengunjungi pekuburan para wali. Daripada
mengunjungi rumah-rumah Allah. Sebagian dari mereka ada yang mempercayakan masa
depannya di tangan para dukun yang menyesatkan. Dan sebagian dari mereka pula
ada yang mengeramatkan benda-benda sihir (rajah) serta hal-hal syirik lainnya.
Padahal, sesungguhnya Allah dekat kepada hamba-hamba-Nya. Allah ﷻ
berfirman :
وَ إِذَا سَأَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ
فَإِنِّيْ قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا
لِي وَالْيُؤْمِنُوْا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang kepadamu (Muhammad) tentang Aku. Maka (jawablah), bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Surah Al-Baqarah ayat 186).
Tidak ada satupun pembatas yang dapat menghalangi
seorang hamba untuk langsung bermunajat, mengadukan, dan meminta kebutuhan
kepada Rabbnya. Sehingga tidak perlu baginya untuk mendatangi makam-makam.
Untuk menjadikan penghuninya sebagai perantara dalam mengabulkan do’anya. Atau
menjadikan mereka sebagai pemberi syafa’at kelak di hari kiamat. Andai mereka
tahu, para penghuni makam tersebut tidaklah memiliki apapun. Serta tak mungkin
sanggup melakukan apa yang mereka pinta.
Sebagai muslim yang menyerukan kalimat tauhid “Laa
ilaaha illallaah” sudah sepantasnya tidak demikian. Memahami kosekuensi
kalimat syahadat ini adalah wajib. Apalagi mengamalkannya. Dan seyogyanya meminta
langsung kepada Allah dalam segala urusan. Karena hanya Allah-lah yang
menghidupkan, mematikan, memberi rizki, mendatangkan manfaat, dan mengatur
semua urusan kehidupan. Dan hanya di tangan Allah-lah datangnya segala
kemanfaatan dan kemudharatan. Rasulullah ﷺ bersabda :
وَعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِ
اجْتَمَعَتْ عَلَى أًنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لِمْ يَنْفَعُوْكَ إِلَّا بِشَيْءٍ
قَدْ كَتَبَ اللهُ لَكَ، وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَصُرُّكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلَّا بِشَيْءٍ
قَدْ كَتَبَ اللهُ لَكَ
“Ketahuilah bahwa jika umat ini bersatu untuk memberi manfa’at kepadamu, niscaya mereka tidak akan mampu memberikan manfa’at kecuali sesuatu yang telah dituliskan oleh Allah bagimu. Dan seandainya mereka bersatu untuk mendatangkan mudharat kepadamu, niscaya mereka tidak akan mampu memberi mudharat, kecuali sesuatu yang telah dituliskan Allah atas dirimu.”[1]
Jika seluruh
manusia hidup berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu saja tidak mampu.
Apalagi dengan penghuni makam yang sudah tidak lagi hidup? Apalagi dengan
seorang dukun? Atau sekedar benda-benda mati seperti rajah dan sebagainya?
Semoga Allah selalu melimpahkan taufiq dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.


0 komentar: