Hakikat Dunia

18.53 Sittah Shify 0 Comments


Dunia itu seperti wanita nakal, tidak cukup dengan seorang suami, dia mencari banyak suami agar mereka mengakui kecantikannya, selanjutnya dia hanya rela bila suami-suaminya membiarkannya berbuat nakal.

Aku membedakan antara kecantikan dan perbuatannya
Ternyata kecantikan dengan perbuatan buruk itu tidak sebanding
Dia bersumpah kepada kita bahwa dia tidak akan mengkhianati perjanjian kita
Namun seolah-olah dia juga bersumpah kepada kita untuk tidak memenuhinya
Berjalan memburu dunia adalah seperti berjalan di padang yang penuh dengan hewan buas, berenang padanya seperti berenang di danau yang penuh buaya, yang membahagiakan darinya adalah yang menyedihkan darinya, penderitaan-penderitaannya lahir dari kenikmatan-nya, dan (sebaliknya) kesedihan muncul dari kebahagiaannya.

Manakala orang-orang yang diberi taufik mengetahui kadar kehidupan dunia dan masanya yang singkat, maka mereka menyisihkan hawa nafsu demi mendapatkan kehidupan yang abadi. Manakala mereka terjaga dari tidur yang merupakan kelalaian, mereka berusaha dengan sunguh-sungguh mengambil kembali apa yang dirampas oleh musuh dari mereka pada waktu malas mereka. Manakala perjalanan mereka jauh, mereka mengingat tujuan, maka yang jauh menjadi dekat. Manakala hari-hari dunia mereka terasa getir, mereka membuatnya manis dengan Firman Allah Ta'ala :

"Inilah hari yang telah dijanjikan kepada kalian." (Al-Anbiya': 103)[1]






[1] Dikutip dari terjemahan Mukhtasar Al-Fawa'id. Karya Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullah. Terbitan Darul Haq. Jakarta

0 komentar: