5 Tips Bagi Kalian Yang Galau

05.19 Sittah Shify 0 Comments



Siapa sih manusia yang tidak pernah galau di sepanjang hidupnya? Tidak ada bukan?

Setiap orang punya masalah. Dan masalah itu datang dan pergi seiring waktu yang dijalani. Adakalanya kita tertimpa masalah besar. Dan adakalanya juga kita seolah-olah tidak punya masalah sama sekali.

Nah, bagi kalian yang sedang dirundung masalah rumit. Baik itu kerjaan tugas menumpuk, tanggungan banyak, deadline berbagai macam tuntutan juga berderet. Sudah begitu akhir bulan lagi! Waduh, pasti galau banget kan? Baiklah yuk mari kita simak 5 tips galau di bawah ini :

1.       Ketahuilah dan yakini bahwa dunia ini tempat diuji dan tidak abadi (fana).
Allah berfirman :

﴿ وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَ نَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَ الثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَابِرِيْنَ ﴾

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar.” (Surah Al-Baqarah ayat 155).

Dan juga firman Allah :

﴿ إِنَّأ جَعَلْنَا عَلَى الْأَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَكُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلَا ﴾

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagi perhiasan baginya, untuk menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.” (Surah Al-Kahfi ayat 7)

Dengan mengetahui dan meyakini bahwa dunia ini hanyalah sementara. Hal itu akan membuat kita merasa lebih ringan dengan masalah hidup kita. Ingatlah, segala kenikmatan selain Surga itu akan berakhir. Dan setiap musibah selain Neraka adalah keselematan.

2.       Ketahuilah keutamaan-keutamaan sabar.

﴿...وَبَشِّرِ الصَابِرِيْنَ ۝ الَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌۙ قَالُوْآ إِنَّا لِلّٰهِ وَ إِنَّآ إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ ۝ أُلٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌۗ وَأُلٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ ﴾

“... Dan sampaikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar. (Yaitu)orang-orang yang ditimpa musibah, mereka berkata “Innֿalillֿahi wa innֿa ilaihi rֿaji’ֿun” (Sesungguhnya kami milik Allah dan hanya kepada-Nyalah kami akan kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” (Surah Al-Baqarah ayat 155-157).

Dan masih banyak sekali ayat-ayat lain dalam Al-Qur’an yang menyebutkan keutamaan-keutamaan orang bersabar. Dan kesemuanya itu dijanjikan surga.  Semisal hadits yang diriwayatkan Atha’  Bin Abi Rabbah. Ia berkata, Ibnu Abbas berkata kepadaku, “Maukah aku tunjukkan padamu wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Iya.” Kemudian ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi lalu berkata, “Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukkku agar Allah menyembuhkanku.” Kamudian Nabi bersabda : “Jika engkau mau bersabar bagimu surga. Dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah menyembuhkanmu.” Kemudian wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.” Lalu ia melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayanku kambuh, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka nabi pun mendoakannya. (H.R. Bukhori dan Muslim).

Lihatlah kesabaran wanita dalam kisah di atas. Dia lebih memilih bersabar dengan ganjaran surga. Daripada kesembuhan yang juga pasti ia dapatkan jika didoakan oleh Nabi . Masih ragukah kamu untuk bersabar?

3.       Jauhi perkataan “Andaikan aku..”

Berandai-andai adalah sebab utama kegalauan. Apalagi saat membuka media sosial seperti instagram. Melihat teman-teman kita sudah sukses dalam karirnya. Atau sudah memilki pasangan dan romantis di medsos. Pasti akan menimbulkan iri hati. Sehingga berkata : “Ah, andaikan aku memiliki ini dan itu. Andaikan aku memilki pasangan yang demikian dan demikian.”

Waspadailah wahai kalian. Berandai-andai itu hal-hal yang buruk. Memberikan efek negatif pada diri kita. Sehingga muncul rasa kurang bersyukur. Padahal Rasulullah bersabda :

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَ أَحَبُّ إِلى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَ فِيْ كُلِّ  خَيْرٍ، احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَ اسْتَعِنْ بِاللهِ وًلَا تَعْجَزْ. وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ : قَدَّرُ اللهِ وَمَاشَاءَ فَعَلْ، فَإِنْ لَوْ تُفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَنِ  

“Mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Dan dalam segala kebaikan, bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagi kalian. Dan memintalah pertolongan kepada Allah. Dan janganlah kalian merasa lemah. Dan apabila kalian tertimpa sesuatu, maka jangan berkata : “Andaikan aku tadi berbuat demikian dan demikian.” Akan tetapi katakanlah : “Qaddarullֿah wa mֿasya fa’al” (Sudah menjadi taqdir Allah dan segala yang dikehendaki-Nya). Karena jika kalian katakan “Andaikan aku..” hal itu akan membuka pintu amalan setan. (H.R. Muslim no. 2052).

4.       Ketahuilah bahwa terkadang yang kita benci adalah yang terbaik untuk kita. Dan terkadang yang kita sukai adalah hal yang buruk bagi kita.

Allah  berfirman :

﴿ وَعَسٰٓى أَنْ تَكْرَهُوْآ شَيْأً وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَ عَسٰٓى أَنْ تُحِبُّوْآ شَيْأً وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ﴾

“Tetapi, boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Hamya Allah yang mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui,” (Surah Al-Baqarah ayat 216).

5.       Shalat dan Do’a.
Shakat dan do’a memiliki pengaruh yang besar terhadap akhlaq dan tabiat seseorang. Dan wasilah untuk meyakinkan keyakinan seseorang. Allah berfirman :

﴿ وَاسْتَعِيْنُوا بِالصَّبْرِ وَ الصَّلَاِة ۚ وَ إِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ إِلَّا عَلٰى الخَاشِعِيْنَ ﴾

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu."

Serta berdo’a kepada Allah agar dihilangkan segala hal yang menyedihkan. Rasululllah berdo’a dengan do’a yang berbunyi :

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَ الْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَ الْكَسَلِ وَ الْبُخْلِ وَ الْجُبْنِ وَ ضَلَعِ الدِّيْنِ وَ غَلَبَةِ الرِّجَالِ

Allaahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazani, wal ’ajzi wal kasali, wal bukhli wal jubni, wa dhola’id-daini wa gholabatir-rijaal.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, lemah dan malas, kikir dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”(H.R. Bukhori no. 2893)[1]

Wah, ternyata artikel ini panjang sekali. Terimakasih telah membacanya. Semoga bermanfaat.




[1] Dikutip dan diterjemahkan dari kitab Ushul Tarbiyah Islamiyah. Karya Doktor Khalid Bin Hamid Al-Hazimi. Daarul ‘ֿAlimil Kutub. Hal. 107-109.

0 komentar: