5 Tips Bagi Kalian Yang Galau
Siapa sih manusia yang tidak pernah
galau di sepanjang hidupnya? Tidak ada bukan?
Setiap orang punya masalah. Dan
masalah itu datang dan pergi seiring waktu yang dijalani. Adakalanya kita
tertimpa masalah besar. Dan adakalanya juga kita seolah-olah tidak punya
masalah sama sekali.
Nah, bagi kalian yang sedang dirundung
masalah rumit. Baik itu kerjaan tugas menumpuk, tanggungan banyak, deadline
berbagai macam tuntutan juga berderet. Sudah begitu akhir bulan lagi! Waduh, pasti
galau banget kan? Baiklah yuk mari kita simak 5 tips
galau di bawah ini :
1. Ketahuilah dan yakini bahwa dunia ini tempat diuji dan tidak abadi (fana).
Allah ﷻ berfirman :
﴿ وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ
الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَ نَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَ الثَّمَرَاتِ
وَبَشِّرِ الصَابِرِيْنَ ﴾
“Dan Kami
pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,
jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang
bersabar.” (Surah Al-Baqarah ayat 155).
Dan juga
firman Allah ﷻ :
﴿
إِنَّأ جَعَلْنَا عَلَى الْأَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَكُمْ أَيُّهُمْ
أَحْسَنُ عَمَلَا ﴾
“Sesungguhnya
Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagi perhiasan baginya, untuk
menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.” (Surah Al-Kahfi ayat 7)
Dengan
mengetahui dan meyakini bahwa dunia ini hanyalah sementara. Hal itu akan
membuat kita merasa lebih ringan dengan masalah hidup kita. Ingatlah, segala
kenikmatan selain Surga itu akan berakhir. Dan setiap musibah selain Neraka
adalah keselematan.
2. Ketahuilah keutamaan-keutamaan sabar.
﴿...وَبَشِّرِ
الصَابِرِيْنَ الَّذِيْنَ
إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌۙ قَالُوْآ إِنَّا لِلّٰهِ وَ إِنَّآ إِلَيْهِ
رَاجِعُوْنَ أُلٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِنْ
رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌۗ
وَأُلٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ ﴾
“...
Dan sampaikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar. (Yaitu)orang-orang
yang ditimpa musibah, mereka berkata “Innֿalillֿahi wa innֿa
ilaihi rֿaji’ֿun” (Sesungguhnya kami milik Allah dan hanya
kepada-Nyalah kami akan kembali). Mereka itulah yang
memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang
mendapatkan petunjuk.” (Surah Al-Baqarah ayat 155-157).
Dan masih
banyak sekali ayat-ayat lain dalam Al-Qur’an yang menyebutkan
keutamaan-keutamaan orang bersabar. Dan kesemuanya itu dijanjikan surga. Semisal hadits yang diriwayatkan Atha’ Bin Abi Rabbah. Ia berkata, Ibnu Abbas berkata
kepadaku, “Maukah aku tunjukkan padamu wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Iya.”
Kemudian ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata, “Aku menderita penyakit ayan
(epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukkku
agar Allah menyembuhkanku.” Kamudian Nabi ﷺ
bersabda : “Jika engkau mau bersabar bagimu surga. Dan jika engkau mau, aku
akan mendoakanmu agar Allah menyembuhkanmu.” Kemudian wanita itu menjawab, “Aku
pilih bersabar.” Lalu ia melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayanku
kambuh, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka nabi pun
mendoakannya”. (H.R. Bukhori
dan Muslim).
Lihatlah kesabaran wanita dalam kisah di atas. Dia
lebih memilih bersabar dengan ganjaran surga. Daripada kesembuhan yang juga
pasti ia dapatkan jika didoakan oleh Nabi ﷺ. Masih ragukah kamu untuk
bersabar?
3. Jauhi perkataan “Andaikan aku..”
Berandai-andai
adalah sebab utama kegalauan. Apalagi saat membuka media sosial seperti
instagram. Melihat teman-teman kita sudah sukses dalam karirnya. Atau sudah
memilki pasangan dan romantis di medsos. Pasti akan menimbulkan iri hati.
Sehingga berkata : “Ah, andaikan aku memiliki ini dan itu. Andaikan aku memilki
pasangan yang demikian dan demikian.”
Waspadailah
wahai kalian. Berandai-andai itu hal-hal yang buruk. Memberikan efek negatif
pada diri kita. Sehingga muncul rasa kurang bersyukur. Padahal Rasulullah ﷺ bersabda :
الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَ أَحَبُّ إِلى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ
الضَّعِيْفِ، وَ فِيْ كُلِّ خَيْرٍ،
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَ اسْتَعِنْ بِاللهِ وًلَا تَعْجَزْ. وَإِنْ أَصَابَكَ
شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ : قَدَّرُ
اللهِ وَمَاشَاءَ فَعَلْ، فَإِنْ لَوْ تُفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَنِ
“Mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai oleh Allah
daripada mukmin yang lemah. Dan dalam segala kebaikan, bersemangatlah terhadap
apa yang bermanfaat bagi kalian. Dan memintalah pertolongan kepada Allah. Dan
janganlah kalian merasa lemah. Dan apabila kalian tertimpa sesuatu, maka jangan
berkata : “Andaikan aku tadi berbuat demikian dan demikian.” Akan tetapi katakanlah : “Qaddarullֿah wa mֿasya fa’al” (Sudah menjadi taqdir Allah
dan segala yang dikehendaki-Nya). Karena jika kalian katakan “Andaikan aku..”
hal itu akan membuka pintu amalan setan. (H.R. Muslim no. 2052).
4. Ketahuilah bahwa terkadang yang kita benci adalah yang terbaik
untuk kita. Dan terkadang yang kita
sukai adalah hal yang buruk bagi kita.
Allah ﷻ berfirman :
﴿
وَعَسٰٓى أَنْ تَكْرَهُوْآ شَيْأً وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَ عَسٰٓى أَنْ
تُحِبُّوْآ شَيْأً وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا
تَعْلَمُوْنَ ﴾
“Tetapi, boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu
baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu.
Hamya Allah yang mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui,” (Surah
Al-Baqarah ayat 216).
5.
Shalat dan Do’a.
Shakat dan
do’a memiliki pengaruh yang besar terhadap akhlaq dan tabiat seseorang. Dan
wasilah untuk meyakinkan keyakinan seseorang. Allah ﷻ
berfirman :
﴿ وَاسْتَعِيْنُوا بِالصَّبْرِ
وَ الصَّلَاِة ۚ وَ إِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ إِلَّا عَلٰى الخَاشِعِيْنَ ﴾
“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan
sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu."
Serta berdo’a kepada Allah agar dihilangkan segala hal
yang menyedihkan. Rasululllah ﷺ berdo’a dengan do’a yang berbunyi :
اَللّٰهُمَّ
إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَ الْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَ الْكَسَلِ وَ الْبُخْلِ
وَ الْجُبْنِ وَ ضَلَعِ الدِّيْنِ وَ غَلَبَةِ الرِّجَالِ
Allaahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazani,
wal ’ajzi wal kasali, wal bukhli wal jubni, wa dhola’id-daini wa
gholabatir-rijaal.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan
kesedihan, lemah dan malas, kikir dan penakut, lilitan hutang dan penindasan
orang.”(H.R. Bukhori no. 2893)[1]
Wah, ternyata artikel ini panjang sekali. Terimakasih
telah membacanya. Semoga bermanfaat.
[1] Dikutip dan diterjemahkan dari kitab
Ushul Tarbiyah Islamiyah. Karya Doktor Khalid Bin Hamid Al-Hazimi. Daarul ‘ֿAlimil Kutub. Hal. 107-109.


0 komentar: