Hidayah Mahal
Betapa banyak manusia yang dimudahkan oleh Allah dalam segala hal. Namun, belum mendapatkan hidayah dari Allah. Baik dalam melaksanakan perintah-Nya maupun menjauhi larangan-Nya.
Bukankah di luar sana ada orang
yang rumahnya sangat dekat dengan masjid? Akan tetapi ia belum mampu
melangkahkan kakinya untuk shalat di dalamnya. Dan bukankah di luar sana ada
orang yang memiliki kekayaan berlimpah ruah? Akan tetapi ia belum mau mengunjungi
Masjidil Haram.
Sebaliknya, bukankah di luar
sana ada pula yang rumahnya sangat jauh dari masjid? akan tetapi ia masih mampu
mengunjunginya lima waktu dalam sehari. Dan bukankah di luar sana ada orang
yang sangat miskin? Akan tetapi atas izin Allah. Dengan tekad dan kemampuan backpaper-nya,
ia mampu mengunjungi Masjidil
Haram.
Hidayah mahal. Karena tidak seseorangpun yang
mampu memberikan hidayah kepada seseorang yang lain. Bahkan seseorang sekelas
Nabi Muhammad ﷺ
juga tak mampu. Sebagaimana
yang Allah ﷻ firmankan :
﴿ إِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللهُ يَهْدِيْ مَنْ
يَشَآءُۗ وَهُوَ
أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنِ ﴾
Artinya : “Sungguh, engkau
(Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada yang engkau kasihi, tetapi Allah
memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui
orang-orang yang menerima petunjuk” (Surah Al-Qashas ayat 56)
Dalam ayat ini seolah-olah Allah
berkata pada Nabi Muhammad ﷺ : “Wahai Muhammad, kamu tidak akan mampu
memberi petunjuk kepada seseorang yang tersesat. Dan kemudian ia menerimamu (petunjuk
tersebut). Karena petunjuk itu ada di tangan-Ku. Dan tidak ada seseorangpun
yang mampu memberikan hidayah kepada seseorang lainnya. Karena hanya Aku-lah yang
mampu memberikan petunjuk.”
Hidayah mahal. Karena
sebagian orang tidak mau
menerima hidayah. Walaupun
telah mendapatkannya. Sebagaimana yang Allah ﷻ firmankan :
﴿ وَ أَمَّا ثَمُوْدُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوْا
الْعَمَى عَلى الهُدى ﴾
Artinya : “Dan adapun kaum Samud.
Mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai kebutaan (kesesatan)
daripada petunjuk itu,” (Surah Fusshilat ayat 17)
Hidayah mahal. Karena orang yang mendapatkan
ilmu sekalipun, belum
tentu mendapatkan hidayah. Maka dari itulah manusia terbagi menjadi 4 macam menurut
hidayah yang didapatkannya :
1.
Jaahil (orang yang bodoh). Yaitu orang yang tidak
mengetahui apapun dari ilmu agama. Semisal perkataan seseorang : “Aku mendengar
manusia mengatakan hal itu maka aku turut berkata demikian,”
2.
‘Aliֿm millah.
Yaitu orang yang mengetahui kebenaran dan mengikuti kebenaran tersebut. Dan
menjadikannya tidak menyimpang dari kebenaran itu walau sesekali.
3.
‘Alֿim ummat.
Yaitu orang yang dianugerahi ilmu oleh Allah. Akan tetapi, ia tidak mengikuti
apa yang teradapat pada dalil. Dan ia hanya mengikuti apa yang menyenangkan umat.
Sehingga jika ada sesuatu yang hukumnya haram, ia akan mengubahnya menjadi
halal untuk menyenangkan mereka.
4.
‘Alֿim dakwah. Yaitu
orang yang mengambil hukum sesuai apa yang menyenangkan pemerintahan dan apa
yang bagus bagi mereka. Dan menjadikannya berkata sesuai pihak pemerintahan
baik itu benar maupun salah. Wal iyyaֿzdubillaֿh.[1]
Dari jenis-jenis manusia di atas. Yang paling
beruntung adalah golongan nomor dua. Yaitu yang mendapatkan kebenaran (ilmu)
beserta hidayah untuk mengikuti ilmu tersebut.
Dan yang terakhir. Bukti dari betapa mahalnya
hidayah, yaitu diwajibkannya kita meminta petunjuk di setiap sholat lima waktu.
Yaitu pada lafadz surah Al-Faֿtihah yang berbunyi :
﴿ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ﴾
Artinya : “Tunjukilah kami jalan yang lurus,”
(Surah Al-Faֿtihah ayat 6)
Semoga Allah selalu menunjukkan hidayah kepada
kita. Dan selalu memberikan keistiqomahan di setiap langkah hidup kita.


0 komentar: