Hidayah Mahal

19.24 Sittah Shify 0 Comments


Betapa banyak manusia yang dimudahkan oleh Allah dalam segala hal. Namun, belum mendapatkan hidayah dari Allah. Baik dalam melaksanakan perintah-Nya maupun menjauhi larangan-Nya.

Bukankah di luar sana ada orang yang rumahnya sangat dekat dengan masjid? Akan tetapi ia belum mampu melangkahkan kakinya untuk shalat di dalamnya. Dan bukankah di luar sana ada orang yang memiliki kekayaan berlimpah ruah? Akan tetapi ia belum mau mengunjungi Masjidil Haram.

Sebaliknya, bukankah di luar sana ada pula yang rumahnya sangat jauh dari masjid? akan tetapi ia masih mampu mengunjunginya lima waktu dalam sehari. Dan bukankah di luar sana ada orang yang sangat miskin? Akan tetapi atas izin Allah. Dengan tekad dan kemampuan backpaper-nya, ia mampu mengunjungi Masjidil Haram.

Hidayah mahal. Karena tidak seseorangpun yang mampu memberikan hidayah kepada seseorang yang lain. Bahkan seseorang sekelas Nabi Muhammad juga tak mampu. Sebagaimana yang Allah firmankan :
﴿ إِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللهُ يَهْدِيْ مَنْ يَشَآءُۗ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنِ

Artinya : “Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang menerima petunjuk” (Surah Al-Qashas ayat 56)

Dalam ayat ini seolah-olah Allah berkata pada Nabi Muhammad : “Wahai Muhammad, kamu tidak akan mampu memberi petunjuk kepada seseorang yang tersesat. Dan kemudian ia menerimamu (petunjuk tersebut). Karena petunjuk itu ada di tangan-Ku. Dan tidak ada seseorangpun yang mampu memberikan hidayah kepada seseorang lainnya. Karena hanya Aku-lah yang mampu memberikan petunjuk.” 

Hidayah mahal. Karena sebagian orang tidak mau menerima hidayah. Walaupun telah mendapatkannya. Sebagaimana yang Allah firmankan :
﴿ وَ أَمَّا ثَمُوْدُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوْا الْعَمَى عَلى الهُدى
Artinya : “Dan adapun kaum Samud. Mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai kebutaan (kesesatan) daripada petunjuk itu,” (Surah Fusshilat ayat 17)

Hidayah mahal. Karena orang yang mendapatkan ilmu sekalipun, belum tentu mendapatkan hidayah. Maka dari itulah manusia terbagi menjadi 4 macam menurut hidayah yang didapatkannya :
1.       Jaahil (orang yang bodoh). Yaitu orang yang tidak mengetahui apapun dari ilmu agama. Semisal perkataan seseorang : “Aku mendengar manusia mengatakan hal itu maka aku turut berkata demikian,”
2.       Aliֿm millah. Yaitu orang yang mengetahui kebenaran dan mengikuti kebenaran tersebut. Dan menjadikannya tidak menyimpang dari kebenaran itu walau sesekali.
3.       Alֿim ummat. Yaitu orang yang dianugerahi ilmu oleh Allah. Akan tetapi, ia tidak mengikuti apa yang teradapat pada dalil. Dan ia hanya mengikuti apa yang menyenangkan umat. Sehingga jika ada sesuatu yang hukumnya haram, ia akan mengubahnya menjadi halal untuk menyenangkan mereka.
4.       ‘Alֿim dakwah. Yaitu orang yang mengambil hukum sesuai apa yang menyenangkan pemerintahan dan apa yang bagus bagi mereka. Dan menjadikannya berkata sesuai pihak pemerintahan baik itu benar maupun salah. Wal iyyaֿzdubillaֿh.[1]

Dari jenis-jenis manusia di atas. Yang paling beruntung adalah golongan nomor dua. Yaitu yang mendapatkan kebenaran (ilmu) beserta hidayah untuk mengikuti ilmu tersebut.
Dan yang terakhir. Bukti dari betapa mahalnya hidayah, yaitu diwajibkannya kita meminta petunjuk di setiap sholat lima waktu. Yaitu pada lafadz surah Al-Faֿtihah yang berbunyi :

﴿ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ
Artinya : “Tunjukilah kami jalan yang lurus,” (Surah Al-Faֿtihah ayat 6)
Semoga Allah selalu menunjukkan hidayah kepada kita. Dan selalu memberikan keistiqomahan di setiap langkah hidup kita.











[1] Kitab Tafsir Surah Al-Faֿtihah karya Syaikh Muhammad bin Shaֿlih Al-Utsaimin rahimahullaֿhu.

0 komentar: