Awan Yang Patuh

07.00 Sittah Shify 0 Comments



Dari Abu Hurairah Radhiyallֿahu ‘Anhu, Rasulullah bersabda : “Ketika seorang laki-laki berada di sebuah kebun, ia mendengar suara di awan yang mengatakan, “Airilah kebun si Fulan!” Awanpun bergerak dan menumpahkan airnya di sebuah tempat yang penuh bebatuan.

Maka parit-parit itu penuh karena menampung air yang turun. Ia mengikuti arah air mengalir. Lalu mendapatkan seorang laki-laki berdiri di kebunnya. Ia sedang mengalirkan air dengan cangkulnya.
Ia berkata kepadanya, “Wahai hamba Allah! Siapa namamu?” Ia menjawab, “Fulan.” Nama yang sama dengan yang tadi didengarnya dari arah awan tadi.

Si pemilik kebun bertanya kepadanya, “Wahai hamba Allah. Kenapa engkau menanyakan namaku?” Ia menjawab, “Karena saya tadi mendengar suara dari awan, yang kemudian menuangkan air ini. Suara itu berkata, ‘Siramilah kebun si Fulan.’ Persis dengan namamu.”

“Sebenarnya apa yang anda lakukan dengan kebun anda?” Si pemilik kebun menjawab, “Bila anda menanyakan masalah ini. Maka sesungguhnya saya melihat hasil (panen kebunnya). Saya bersedekah dengan sepertiganya. Saya bersama keluarga makan sepertiganya. Dan sepertiga sisanya saya kembalikan ke kebun (untuk modal menanam kembali).”[1]

Pelajaran dari kisah di atas :

  1.  Keutamaan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan.
  2. Berbuat baik kepada orang-orang miskin dan ibnu sabil (orang-orang yang kehabisan bekal di perjalanan). 
  3. Keutamaan seorang yang memakan hasil usahanya sendiri. 
  4. Keutamaan memberikan nafkah kepada keluarga dan kerabat.
  5. Adanya karamah (hal luar biasa) pada wali Allah dengan ditundukkannya alam bagi mereka. 
  6. Keutamaan bertani dan berkebun, yang termasuk pekerjaan paling baik. 
  7. Awan diperintahkan oleh Allah sesuai kehendak-Nya dan ada malikat yang bertugas untuk mengurusnya.
  8. Allah mencintai hamba-Nya yang seimbang dalam urusan dan kegiatannya. Yang memberikan siapa saja yang berhak akan haknya. 
  9.  Seorang mukmin bisa saja mendengar suara malaikat.




[1] Dikutip dari terjemahan kitab Sittuna Qishshatan Rawahan Nabi shallallaahu'alaihi wasallam (60 kisah shahih). Halaman 75-76. Terbitan eLBA.  Surabaya  

0 komentar: